UMK Batam Tahun 2014

Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Batam untuk tahun 2014 sebesar Rp2.422.092,- pada kamis 21 november 2013 yang sudah disepakati oleh semua pihak. Besaran Upah Minimum Kota (UMK) Batam yang ditetapkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) tersebut sesuai dengan rekomendasi Wali Kota Batam Ahmad Dahlan yang juga disepakati oleh Dewan Pengupahan Kepri sebelum ditetapkan Gubernur.

Menurut gubernur kepulauan Riau, untuk upah sektoral akan ditetapkan setelah ada pembicaraan bipartit antara pihak perusahaan dengan serikat pekerja yang nantinya juga akan dibahas dewan pengupahan sebelum sampai ke Gubernur.

Geburnur juga menuturkan Sebelum ada pembicaraan bipartit, tentu Gubernur tidak akan mengeluarkan keputusan mengenai upah sektoral itu, Beliau juga mengimbau para buruh atau serikat pekerja untuk tidak mengeluarkan kata-kata ancaman untuk menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dalam setiap mekanisme penetapan UMK.

Menurut Gubernur, pihaknya tidak hanya memikirkan buruh, tetapi juga memikirkan kelangsungan investasi di Kepri, terutama Batam. "Investor bisa menilai yang macam-macam, kita harus pikirkan semua, kepentingan buruh maupun kepentingan pengusaha," ujar Sani. Sebaliknya beliau juga tidak menghendaki para investor hengkang ke negara tetangga yang menyediakan berbagai fasilitas untuk berinvestasi, karena para pengusaha juga tidak mau dirugikan dengan besaran UMK batam tahun 2014.

Dengan ditetapkannya UMK Batam tahun 2014 yakni sebesar Rp 2.422.092/bulan gubernur Muhammad Sani menghimbau semua pihak bisa menerimanya, untuk menciptakan iklim batam yang kondusif dan lebih baik lagi.
u
Back To Top